Pesan Wakil Bupati Bolmong di HUT ke-50 GMIBM Imanuel Mopuya Bikin Warga Diingatkan Soal Hoaks
Seputarsulutnews.co, Bolmong — Di tengah sukacita perayaan 50 tahun perjalanan jemaat dan berdirinya menara gereja yang megah, satu pesan justru mencuri perhatian: jangan biarkan hoaks merusak persaudaraan masyarakat Bolaang Mongondow.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Bolmong Dony Lumenta, S.Tr.T., saat menghadiri perayaan HUT ke-50 Jemaat GMIBM Imanuel Mopuya sekaligus pentahbisan menara gereja, Selasa (29/9/2026).
Bagi jemaat, momentum tersebut menjadi perayaan atas perjalanan panjang lima dekade. Bagi pemerintah daerah, usia 50 tahun juga menjadi pengingat bahwa pembangunan sebuah persekutuan tidak berhenti ketika bangunan fisik selesai.
Dony membacakan sambutan Pemkab Bolmong yang mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh warga jemaat hingga menara gereja berhasil dibangun dan ditahbiskan.
Tetapi ada pekerjaan lain yang dinilai tidak kalah penting: merawat kebersamaan.
Pemerintah mengajak seluruh jemaat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Bolmong sesuai profesi dan tanggung jawab masing-masing.
Menara gereja yang telah dibangun juga diminta dirawat dengan baik. Sebab, setelah pembangunan selesai, tanggung jawab untuk mempertahankan dan merawat fasilitas tersebut menjadi tugas bersama.
Yang paling mendapat perhatian adalah pesan tentang kerukunan.
Warga Jemaat GMIBM Imanuel Mopuya, masyarakat Desa Mopuya Bersatu hingga masyarakat Kecamatan Dumoga Utara diajak menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Masyarakat juga diingatkan tidak mudah percaya terhadap kabar atau informasi hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan memecah hubungan persaudaraan.
Hadir dalam acara tersebut Syliane Lumenta-Pangalila, S.Th., selaku Wakil Ketua TP-PKK Bolmong sekaligus Bendahara Sinode GMIBM, bersama Kepala Kesbangpol dan Kepala Satpol PP Bolmong.
Perayaan HUT ke-50 dan pentahbisan menara pun ditutup dengan harapan agar perjalanan panjang GMIBM Imanuel Mopuya tidak hanya meninggalkan bangunan yang kokoh, tetapi juga iman, pelayanan, persatuan, dan kerukunan yang terus hidup di tengah masyarakat.(***)
