September 29, 2026

Bupati Kepulauan Sangihe Buka Seminar Budaya, Angkat Rumah Tradisional sebagai Ruang Hidup dan Identitas Budaya

Seputarsulutnews.co, Sangihe – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., secara resmi membuka sekaligus menyampaikan sambutan dalam kegiatan Seminar Budaya dengan subtema “Penemuan Kembali Rumah Tradisional Sangihe sebagai Ruang Hidup dan Identitas Budaya.”

Seminar budaya tersebut menjadi ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai pentingnya menggali kembali nilai, fungsi, serta filosofi rumah tradisional Sangihe yang merupakan bagian penting dari kekayaan dan identitas budaya masyarakat Kepulauan Sangihe.

Kegiatan menghadirkan tiga pembicara, yakni Ketua Dewan Adat Lukman Makapuas, S.Pd., Sesepuh Adat Niklas Mehare, serta Soleman Bakir, S.T. selaku penggagas kegiatan.

Ketiganya membagikan perspektif mengenai keberadaan rumah tradisional Sangihe, nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta pentingnya upaya pelestarian di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sangihe. Rumah tradisional bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang hidup yang merekam pengetahuan, nilai sosial, kearifan lokal, serta perjalanan kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi.

Menurutnya, upaya menemukan dan mengenali kembali rumah tradisional Sangihe menjadi penting agar generasi saat ini dan generasi mendatang tidak kehilangan akar serta identitas budayanya. Seminar budaya ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat mendorong lahirnya langkah-langkah konkret dalam menggali, mendokumentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan kembali arsitektur serta nilai filosofis rumah tradisional Sangihe kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Yubelita Andriani Tudus, S.Si., pejabat fungsional yang mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara, bersama unsur adat dan para peserta seminar.

Kehadiran berbagai unsur dalam seminar ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, pemerhati budaya, masyarakat, serta instansi yang bergerak dalam bidang pelestarian kebudayaan untuk menjaga warisan budaya Sangihe agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Melalui seminar ini, rumah tradisional Sangihe diharapkan kembali mendapat tempat dalam kesadaran masyarakat, bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai simbol jati diri, ruang hidup, dan sumber pengetahuan budaya yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.(***)

Exit mobile version