JRBM Bahas Adendum Lingkungan, Bupati Yusra Keluarkan Peringatan Keras soal Keselamatan Warga
Seputarsulutnews.co,Bolmong — Jangan sampai kesalahan membaca kondisi lapangan berubah menjadi petaka bagi warga; pesan keras itu disampaikan Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi ketika pembahasan adendum lingkungan PT J.Resource Bolaang Mongondow (JRBM) kembali digelar.
Yusra meminta seluruh kajian teknis pertambangan disusun menggunakan data faktual, bukan sekadar asumsi, terutama ketika kajian tersebut berkaitan dengan potensi bencana dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat lanjutan Tim Uji Kelayakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait Adendum Andal dan RKL-RPL PT JRBM di Hotel Sutanraja, Kotamobagu.
“Pengambilan data harus benar-benar berdasarkan fakta,” kata Yusra.
Menurut dia, ketepatan data menjadi kunci untuk membaca potensi risiko di kawasan pertambangan. Dengan kajian yang akurat, potensi bencana alam dan dampaknya terhadap masyarakat diharapkan dapat ditekan sejak dini.
Yusra juga menyatakan dukungannya terhadap proses penyusunan adendum lingkungan oleh PT JRBM. Namun, dukungan tersebut disertai penekanan agar aspek mitigasi risiko dan dampak sosial tidak diabaikan.
Bupati meminta hubungan pemerintah daerah dan perusahaan terus diperkuat, dengan memastikan kegiatan pertambangan tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan serta kepentingan masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang.
Rapat ini menjadi bagian lanjutan dari proses pematangan kajian lingkungan JRBM. Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, DPRD, manajemen perusahaan, pemerintah desa, hingga unsur pemerintah pusat dan provinsi.
Bupati Bolmong dan Bupati Bolsel hadir bersama jajaran SKPD masing-masing. Turut hadir anggota DPRD dari kedua daerah, Kepala Teknik Tambang dan manajemen PT JRBM, serta para Sangadi dan BPD dari desa-desa di sekitar wilayah lingkar tambang.
Dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Ardoni Eka Putra dari Direktorat Pencegahan Wilayah dan Sektor mengikuti rapat melalui Zoom, bersama pimpinan OPD terkait dari Pemprov Sulut, Bolmong dan Bolsel.(***)
