Rayakan Ulang Tahun dengan Berbagi dan Bermain Padel, Will Luntungan Tetap Jadi Sosok yang Berbeda
SEPUTARSULUTNEWS.CO—Sebagian orang merayakan ulang tahun dengan pesta dan kemeriahan. Namun bagi William Luntungan, pertambahan usia adalah momentum untuk bersyukur, berbagi, dan menikmati kebersamaan dengan cara yang sederhana.
Di usia ke-55, Selasa (23/6/2026), tokoh masyarakat Minahasa Utara itu memilih mengawali hari istimewanya dengan mengunjungi Panti Asuhan dan Sosial Victory Harapan Kasih bersama sang istri, Lanny Lengkong, serta putranya, Noel Luntungan.
Setelah berbagi sukacita dengan anak-anak panti, pria yang dikenal dengan rambut pirangnya itu melanjutkan perayaan di tempat yang tak lazim untuk sebuah ulang tahun: lapangan padel.
Bersama keluarga dan sahabat dekat, Will menghabiskan waktu di Kawanua Padel, Tikala, Manado. Di tengah olahraga yang kini tengah digemari banyak kalangan itu, ia merayakan anugerah kehidupan yang terus diberikan Tuhan.
Pilihan tersebut seolah menggambarkan karakter Will yang selama ini dikenal unik dan tak biasa. Ia kerap menghadirkan ide-ide segar, menciptakan suasana penuh keceriaan, sekaligus menarik perhatian publik lewat berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan.
Tak mengherankan jika sejak pagi hingga malam, ucapan selamat terus mengalir melalui telepon genggam maupun media sosialnya. Doa dan harapan datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, aktivis, hingga para pejabat.
Menariknya, tahun ini ucapan khusus juga datang dari Permadi Arya atau Abu Janda melalui sebuah video. Meski kerap berada pada posisi politik yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
Bagi masyarakat Minahasa Utara, Will bukan hanya dikenal sebagai aktivis. Ia juga dipandang sebagai figur yang dekat dengan rakyat dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Berbagai kegiatan kemanusiaan, bantuan sosial, hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan kerap melibatkan dirinya secara langsung.
Awal 2026 lalu, misalnya, ia turut menggagas aksi donor darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Minahasa Utara.
Sebagai Ketua KSPSI PPMI AGN Minahasa Utara, Will juga dikenal vokal menyuarakan kepentingan masyarakat. Ia tidak ragu menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan rakyat, termasuk praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan.
Di sisi lain, kreativitasnya kerap menghadirkan warna berbeda. Saat peringatan Hari Buruh identik dengan aksi demonstrasi, ia justru menggagas lomba layang-layang bertajuk Liga Langit, yang berhasil menarik ratusan peserta dan mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Namanya pun lekat dengan berbagai kegiatan olahraga dan sosial, termasuk melalui penyelenggaraan Luntungan Cup yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus hiburan bagi warga.
Kedekatan dengan masyarakat membuat ulang tahunnya tak sekadar menjadi perayaan pribadi. Banyak orang ikut mensyukuri perjalanan hidup dan pengabdiannya selama ini. Bagi mereka, Will adalah sosok yang hadir dengan energi, keberanian, dan kepedulian.
Di tengah derasnya ucapan selamat, ia tetap memilih merayakan hari bahagianya secara sederhana. Tanpa pesta mewah dan seremoni berlebihan. Hanya berbagi di panti asuhan, bermain padel, bercengkerama dengan keluarga, serta menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat.
Dari kesederhanaan itulah, makna perayaan sesungguhnya terlihat. Bagi William Luntungan, kebahagiaan bukan diukur dari kemeriahan, melainkan dari kemampuan menghadirkan sukacita bagi sesama.
“Tuhan sudah sangat baik bagi kehidupan saya dan keluarga. Karena itu, sebagai manusia yang tahu bersyukur, kami harus menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membahagiakan orang lain,” ujar mantan Direktur PUD Klabat tersebut.
Selamat ulang tahun ke-55, William Luntungan. Semoga senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat Minahasa Utara dan Sulawesi Utara. (*)
