Seputarsulutnews.co,Manado– Pesan keras Menteri Sosial RI menggema di Manado: tak boleh ada sogokan, tak boleh ada anak miskin tertinggal Sekolah Rakyat hadir untuk menyelamatkan masa depan mereka yang selama ini nyaris tak tersentuh pendidikan.
Suasana Sentra Tumou Tou Manado, Kamis (11/6/2026), mendadak menjadi pusat perhatian saat Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf datang membawa pesan tegas sekaligus harapan besar bagi keluarga miskin di Indonesia.
Didampingi jajaran kementerian dan disambut langsung Wali Kota Manado Andrei Angouw, Mensos menghadiri Open House Sekolah Rakyat SRMP 21 Manado, program pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Namun bukan sekadar kunjungan seremonial. Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Mensos mengeluarkan pernyataan keras soal praktik titipan dan ketidakadilan akses pendidikan.
“Tidak boleh ada titipan. Tidak boleh sogok-menyogok. Yang sekolah di sini harus benar-benar mereka yang membutuhkan,” tegas Saifullah Yusuf.
Mensos mengungkap fakta bahwa masih banyak anak usia sekolah yang belum menikmati pendidikan secara layak. Karena itu, negara wajib hadir agar anak-anak dari keluarga miskin tidak kehilangan masa depan.
Bahkan, menurutnya, ada siswa yang awalnya belum bisa membaca, namun perlahan mampu berkembang setelah mendapat pendampingan di Sekolah Rakyat.
Di lokasi, Mensos meninjau langsung proses belajar berbasis digital, fasilitas pendidikan, hingga kondisi lingkungan sekolah. Ia juga berdialog dengan siswa, menguji kemampuan membaca, hingga mengajak murid meneriakkan yel-yel semangat belajar.
Berbagai atraksi siswa turut mencuri perhatian, mulai dari Kabasaran, wushu, pidato bahasa asing, pembacaan puisi hingga penampilan vokal grup.
Program Sekolah Rakyat sendiri disebut menjadi salah satu prioritas Presiden untuk membantu keluarga tidak mampu. Seluruh kebutuhan siswa dipenuhi, mulai dari asrama, seragam, makan tiga kali sehari, snack, perlengkapan sekolah hingga dukungan pembelajaran digital.
Tak hanya itu, Mensos juga mengingatkan tiga “musuh besar” Sekolah Rakyat yang tidak boleh terjadi: bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi dan radikalisme.
Di hadapan Mensos, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Sekolah Rakyat tingkat SMP di Manado.
Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar untuk menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing dengan bangsa lain.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk masa depan kita bersama,” ujar Andrei.
Kegiatan ditutup dengan suasana emosional saat lagu Padamu Negeri dinyanyikan bersama, disusul penampilan Laskar Pelangi dari salah satu siswa menjadi simbol harapan baru bagi anak-anak yang selama ini nyaris tertinggal.(***)
