Mei 26, 2026

Maleo Terancam, Bolmong Bergerak! 2.000 Hektare Hutan Disiapkan Demi Cegah Banjir dan Longsor

Seputarsulutnews.co,Bolmong– Ancaman longsor, banjir, dan menyusutnya ruang hidup satwa endemik Sulawesi, langkah besar akhirnya diambil lebih dari 2.000 hektare kawasan Muara Pusian disiapkan sebagai benteng ekologis demi menyelamatkan hutan sebelum semuanya terlambat.

Ancaman kerusakan lingkungan di Bolaang Mongondow mulai dijawab dengan langkah konkret. Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow resmi memfinalisasi dokumen kajian teknis pengusulan Koridor Ekologis Muara Pusian.

Agenda strategis yang berlangsung di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Senin (25/5/2026), menjadi momentum penting penyatuan komitmen berbagai pihak dalam menjaga ekosistem hutan Sulawesi.

Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa kawasan hutan di Bolmong bukan sekadar hamparan hijau, melainkan penyangga utama kehidupan masyarakat.

Menurutnya, ancaman kerusakan hutan kini sudah menunjukkan dampak nyata melalui meningkatnya risiko longsor dan banjir.

“Ini menjadi tantangan serius yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Yusra.
Di sisi lain, Kepala Balai TNBNW Decky Hendra Prasetya menyebut keberadaan koridor ekologis menjadi solusi penting untuk menjaga konektivitas habitat satwa liar, terutama burung Maleo yang menjadi ikon endemik Sulawesi.

Koridor ekologis itu, kata dia, dirancang bukan hanya untuk melindungi satwa, tetapi juga memperkuat daya tahan lingkungan terhadap ancaman perubahan iklim.

Setelah melalui serangkaian kajian teknis, FGD, dan sosialisasi masyarakat, seluruh pihak akhirnya menyepakati kawasan preservasi lebih dari 2.000 hektare di Muara Pusian.

Kini, harapan besar tertuju pada implementasi nyata di lapangan. Sebab, tanpa langkah cepat, ancaman terhadap hutan dan risiko bencana diyakini akan semakin sulit dikendalikan di masa mendatang.(***)

Exit mobile version