Mei 23, 2026

Sirajudin Lasena Bicara Tegas di HUT Boltara: Daerah Ini Dibangun dari Pengorbanan, Jangan Berhenti di Seremoni

Seputarsulutnews.co,Boltara– Perayaan ulang tahun ke-19 Bolaang Mongondow Utara berubah menjadi panggung pesan emosional, jangan sampai perjuangan berdarah dan pengorbanan para pendiri daerah berakhir hanya menjadi kenangan tanpa arah pembangunan.

Suasana Sidang Paripurna Istimewa DPRD Boltara dalam rangka HUT ke-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kamis (22/05/2026), tak sekadar dipenuhi ucapan selamat. Ada pesan kuat yang disampaikan langsung Bupati Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev. tentang tanggung jawab besar menjaga cita-cita pemekaran daerah.

Di hadapan tamu undangan dan jajaran pemerintahan, Sirajudin memberikan penghormatan tinggi kepada para tokoh pemekaran, pemimpin terdahulu, dan masyarakat yang telah memperjuangkan lahirnya Boltara.

Kemajuan daerah yang dirasakan saat ini bukan hadiah yang datang begitu saja. Semua merupakan buah dari perjuangan panjang, pengorbanan, serta kerja keras lintas generasi.

“Jangan pernah melupakan sejarah perjuangan daerah ini. Apa yang kita capai hari ini adalah amanah yang wajib diteruskan,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam momentum tersebut.

Pada usia ke-19, Boltara mengangkat tema “SIAP” Sinergi, Integritas, Akselerasi, Produktif, sebagai pijakan menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Bagi pemerintah daerah, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pembangunan. Integritas diperlukan untuk memastikan pemerintahan tetap bersih dan berpihak kepada rakyat.

Akselerasi menuntut kerja cepat dan adaptif, sementara produktivitas diarahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Tak kalah menyentuh, sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Lukman Lapadengan melukiskan Boltara seperti pohon kelapa yang tumbuh kokoh di pesisir utara berakar kuat, bertahan menghadapi badai, dan mulai menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat.

Pesan gubernur pun lugas: usia 19 tahun bukan sekadar angka, melainkan titik penting untuk meneguhkan komitmen membangun Boltara yang lebih kompetitif dan tidak melupakan jasa para pejuang pemekaran.

Sejumlah pejabat daerah, pimpinan DPRD se-Sulut dan Gorontalo, aparat penegak hukum, tokoh pemekaran, pimpinan OPD, camat, sangadi, hingga tokoh agama dan masyarakat tampak hadir dalam agenda tersebut.(***)

Exit mobile version