Harapan Baru Petani dan Nelayan Manado, Rommy Keintjem Siap Jadikan KTNA Lebih Berdaya
SEPUTARSULUT.CO—Kehadiran George Rommy Keintjem SE sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Manado periode 2026–2031 membawa angin segar bagi para petani dan nelayan. Di tengah berbagai tantangan sektor pangan, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan dan kemandirian pelaku usaha tani dan perikanan.
Rembug Paripurna KTNA yang digelar di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Manado, Kamis (23/4/2026), menjadi titik awal lahirnya harapan tersebut. Petani dan nelayan kini menanti langkah konkret organisasi dalam menjawab persoalan klasik, mulai dari produktivitas, akses pasar, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Wali Kota Manado Andrei Angouw melalui Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, M. Sofyan, SP, MSi, menegaskan bahwa KTNA memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan sektor pangan daerah.
“KTNA merupakan salah satu kelembagaan petani dan nelayan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan. Organisasi ini berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, produksi, pendapatan, hingga kesejahteraan petani dan nelayan,” ujarnya.
Sebagai organisasi independen berbasis agribisnis dan berwawasan lingkungan, KTNA menjadi wadah perjuangan sekaligus ruang aspirasi bagi petani dan nelayan. Peran inilah yang kini diharapkan semakin diperkuat di bawah kepemimpinan Rommy.
Ketua KTNA Sulawesi Utara, Arly Dondokambey, turut menyampaikan optimisme kepengurusan baru akan membawa perubahan signifikan. Ia menilai, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali peran organisasi secara maksimal di tingkat akar rumput.
“Ini bagian dari upaya membangun KTNA yang terstruktur dan produktif, sekaligus menjawab harapan petani dan nelayan yang ingin organisasi ini benar-benar hadir untuk mereka,” ungkapnya.
Rommy sendiri menyadari besarnya ekspektasi yang kini bertumpu di pundaknya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan KTNA sebagai jembatan yang aktif antara petani, nelayan, dan pemerintah.
“Ke depan, kami akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, bersinergi demi kesejahteraan petani dan nelayan di Kota Manado,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa kolaborasi dengan dinas terkait akan ditingkatkan, agar berbagai program pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita ingin petani dan nelayan benar-benar merasakan dampak dari setiap program. KTNA harus hadir membawa solusi, bukan hanya menjadi wadah formalitas,” tegasnya. (*)
