Juni 16, 2026

Jalan Berlubang Makan Korban di Sulut, Pansus LKPJ Desak PUPR Bergerak Cepat

Seputarsulutnews.co, Manado– Gelombang protes publik memuncak setelah jalan berlubang di Sulawesi Utara dituding telah merenggut nyawa dan menyebabkan luka parah, memaksa Pansus LKPJ Gubernur 2025 angkat bicara.

Persoalan jalan berlubang di Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan serius dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Tahun 2025, Senin (20/4/2026). Kondisi infrastruktur yang dinilai memprihatinkan disebut telah melampaui batas toleransi karena tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Anggota Pansus, Jeane Laluyan, secara tegas mengungkapkan banyaknya keluhan masyarakat yang viral di media sosial. Ia menyoroti sejumlah kasus kecelakaan akibat jalan rusak yang bahkan berujung korban jiwa dan luka berat.

“Keluhan masyarakat sangat banyak di media sosial. Ada yang meninggal, ada yang luka parah. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan,” ujarnya dalam rapat.

Jeane juga mengkritisi minimnya kehadiran langsung jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di lapangan. Menurutnya, pemantauan langsung sangat penting untuk memastikan kondisi riil dan mempercepat penanganan.

“Saya jarang melihat pimpinan dinas turun langsung mengecek kondisi jalan. Padahal ini persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Meski memahami keterbatasan anggaran, ia menegaskan hal itu tidak boleh menjadi alasan lambannya penanganan. Ia mendesak langkah cepat, terutama dalam kondisi darurat guna mencegah korban bertambah.

Jeane juga menjelaskan adanya pembagian kewenangan antara jalan provinsi dan jalan nasional. Namun, menurutnya, masyarakat tidak memahami perbedaan tersebut.

“Yang masyarakat tahu, mereka bayar pajak dan butuh jalan yang aman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sulut menyatakan perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas jalan yang paling membutuhkan penanganan.

“Tidak semua jalan bisa langsung diperbaiki secara bersamaan, tapi kami prioritaskan yang paling mendesak,” ujarnya.

Pansus menegaskan, langkah cepat seperti tambal sulam jalan dalam kondisi darurat harus segera dilakukan sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.(***)

Exit mobile version