Bukan Sekadar Buka Ujian! Pesan Tegas Wabup Argo di TKA Boltim Jadi Sorotan: Jangan Curang!
Seputarsulutnews.co, Boltim– Di hadapan ratusan siswa yang bersiap menghadapi TKA, Wabup Boltim Argo V. Sumaiku melontarkan pesan tegas yang menyentuh sekaligus menampar kesadaran keberhasilan sejati tidak lahir dari nilai tinggi semata, melainkan dari kejujuran dan keberanian percaya diri.
Momen penuh haru dan semangat terjadi di SMP Katolik Guaan, Kecamatan Mooat, saat Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo V. Sumaiku, hadir langsung membuka pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SMP.
Kehadiran orang nomor dua di Boltim itu sontak menjadi perhatian para siswa dan guru.
Namun lebih dari sekadar seremoni, Wabup Argo membawa pesan penting yang menyentuh aspek mental dan karakter generasi muda.
Wabup mengingatkan para peserta ujian untuk tidak takut menghadapi TKA serta tetap percaya pada kemampuan diri sendiri. Argo juga menegaskan bahwa kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses yang dijalani siswa.
“Jangan biarkan rasa takut menghambat potensi kalian. Percayalah pada diri sendiri. Hasil yang diraih dengan kejujuran akan membawa kebanggaan bagi orang tua dan daerah,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat sebagai bekal masa depan.
Pemerintah Kabupaten Boltim, lanjutnya, memiliki harapan besar kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah. Oleh karena itu, kualitas pendidikan dan mental pelajar menjadi perhatian serius.
Dalam kesempatan itu, Wabup Argo juga melakukan penyematan kartu peserta ujian secara simbolis kepada perwakilan siswa. Aksi tersebut disambut antusias dan menjadi simbol dimulainya kesiapan siswa menghadapi TKA.
Suasana hangat terasa saat kegiatan berlanjut dengan sesi foto bersama. Wabup Argo tampak berinteraksi langsung dengan siswa dan guru, menciptakan kedekatan yang memperkuat semangat para peserta sebelum ujian dimulai.
Pelaksanaan TKA ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga momentum bagi siswa untuk membangun rasa percaya diri, integritas, dan kesiapan mental dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(***)
