Mei 4, 2026

Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa Wioi.

Oplus_131072

Oplus_131072

Mitra.Seputarsulutnews.co.- Alokasi Dana Desa Dan Dana Desa Tahun anggaran 2025 yang telah dikucurkan oleh pemerintah Pusat merupakan suatu kesempatan bagi Pemerintah Desa (Pemdes) untuk kesejahteraan masyarakat. Ratusan Juta bahkan Miliaran Rupiah yang diberikan dalam bentuk uang tunai membuat pembangunan fisik infrastruktur, maupun non fisik sangat membantu Pemdes dalam mengelola dan pembangunan roda perekonomian desa.

Salah satu bukti bantuan lewat Dana Desa (DD) pembangunan Desa dan kesejahteraan masyarakat benar benar terasa.

Oplus_131072

Di Desa Wioi Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pembangunan infrastuktur berupa pembuatan fisik jalan, baik jalan perkebunan, jalan setapak, pembuatan talud, Spal, membuat masyarakat semakin sejahtera dimana roda perekonomian yang dulunya mangkrak saat ini boleh selesai dan dinikmati masyarakat. Belum lagi non fisik, seperti pemberian Bantuan Tunai (BLT) Bagi masyarakat kurang mampu, serta di bidang pertanian berupa pemberian bibit gratis. Bahkan di bidang lainnya seperti pemberian makanan tambahan bagi anak bayi dan balita, ibu Hamil dan menyusui, serta bantuan untuk remaja putri dan para lansia dalam bentuk pemeriksaan gratis. Di bidang kesejahteraan masyarakat, PKK diadakan pelatihan pelatihan untuk menunjang akan kesejahteraan keluarga menuju sehat. Pemberian makanan tambahan bagi keluarga yang terdampak Stunting yang merupakan salah satu program Pemerintah pusat yang bersinerji dengan Pemdes Wioi.

Oplus_131072

Hukum Tua Desa Wioi Esly Richard Untu SE kepada media ini, Senin (28/4-2025) mengatakan bahwa Dana Desa merupakan penunjang pembangunan Desa Wioi di mana lewat bantuan ini masyarakat akan mendapat dampak yaitu kesejahteraan.

” Bantuan Dana tahun 2025 adalah untuk kesejahteraan Rakyat,” ujar Untu.

Lanjut Untu mengatakan bahwa Dana Desa Wioi tahun 2025 sesuai dengan kesepakatan

RKP tahun 2024 tentang rencana kerja Pemerintah Desa (Pemdes) ini dibuat APBDes 2025 .

Perlu di ketahui DD tahun 2025 terbagi dalam Dua (2) tahapan yaitu tahap satu dan tahap dua. Untuk anggaran tahap satu (1) berjumlah tiga ratusan juta dipotong dengan bantuan Langsung Tunai (BLT) selama setahun.

Di tahap pertama pembangunan fisik yang akan dikerjakan adalah rabat beton dan tanggul yang ada di jaga 4 dengan total anggaran  55.327.500. serta renovasi pembangunan kantor desa Wioi dengan anggaran 63 juta  diambil dari 10 persen dari Dana Desa. selain itu ada pelatihan Kader kesehatan, dan pemberian bahan Makanan serta pembayaran turut PAUD, kader kesehatan, operator, pembelian Alkes, posbindu dan penyertaan modal Bumdes berjumlah  129 780.000, tanah Untu.

“Ini semua pembiayaan serta pembayaran tahap pertama,” tambah Esly.

Oplus_131072

Selain itu, Lanjut Untu, untuk pekerjaan DD tahap ke dua, masih ada pekerjaan fisik yaitu pembuatan Spal yang ada di perbatasan jaga tiga dan jaga empat dengan panjang 73 meter dengan total anggaran 36 juta.

“Semuanya ini tercover dalam DD tahun anggaran 2025,” pungkasnya.

Untu berharap dalam kegiatan pekerjaan yang dibiayai negara yang dianggarkan lewat DD perlu mendapat respons baik oleh masyarakat Desa Wioi. Dan perlu adanya pengawasan agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.

” Perlu diingat bahwa semua item kegiatan baik kegiatan fisik maupun non fisik perlu ada pengawasan dari masyarakat agar semua kegiatan yang dikelola lewat anggaran DD  dapat terkontrol dan semuanya itu akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Saya sangat senang jika.masyarakqt dapat mengawasi langsung,” pungkasnya.

Ditambahkannya bahwa semua pekerjaan baik, kepala tukang, tukang dan pekerja akan diambil dari desa Wioi.

Oplus_131072

Semetara itu ketua BPD Olvi Paat mengatakan bahwa kegiatan pekerjaan, baik pekerjaan fisik maupun non fisik akan diawasi oleh BPD.

” Tugas kami selaku BPD adalah melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang dikerjakan pemdes Wioi, ujar Paat.

Diapun menambahkan bahwa apa yang tertata di Dana Desa Wioi tahun anggaran 2025 sudah melalui proses dan persetujuan lewat Musdes. Jadi apa yang nanti akan dikerjakan tentunya menjadi tugas kami untuk mengasihi, apakah semuanya itu sudah sesuai dengan RAP. Begitupun dengan HOK akan kami awasa penyalurannya,.apakah sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku atau tidak. Yang jelas kami BPD akan terus mengawasinya, tambah Paat. (Advetorial)

 

Exit mobile version