Dampak Galian C Antara Beo – Matahit, Bahayakan Pengendara Bermotor
SEPUTARSULUTNEWS, TALAUD – Lokasi galian sirtu yang berada di antara jalan Trans antara Beo – Matahit kian membahayakan warga yang melintasi jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan media ini, sisa tanah galian sirtu, berceran di jalanan hingga membuat warga yang melintas harus extra hati – hati, serta harus menutup mulut, hidung bahkan mata. Hal itu dikarenakan debu sirtu yang sudah mengering, beterbangan di jalanan, Jumat (03/06/2022).
“Ini sangat membahayakan. Apalagi lokasi jalan itu berada di tanjakan, dan sebelum tanjakan, ada belokan. Saat kami melintas harus menutup mata, hidung bahkan mulut, karena debu sisa galian sirtu tersebut beterbangan di jalanan. Apalagi saat dilewati kendaraan,” ungkap Jonal salah satu warga yang melintas di jalan tersebut.
“Harusnya, pihak pengusaha ataupun pemilik lahan galian C ini, wajib juga menjaga kepentingan bersama, dengan membersihkan sisa tanah yang ada di jalan, bukan hanya mencari keuntungan pribadi lalu membiarkan orang lain yang disiksa dengan jalan yang berdebu. Ini jalan umum, bukan hanya jalan untuk angkutan sirtu,” tambahnya.
Senada dengan itu, YM yang juga turut melintas di jalan itu meminta sikap tegas dari pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, untuk dapat menindak tegas oknum – oknum pemilik atau pengusaha galian C yang sengaja membiarkan sisa tanah galian berhamburan di jalan.
“Perlu diketahui, debu yang beterbangan ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi pengendara. Dan jika hal itu dibiarkan, pada musim hujan dipastikan akan ada kecelakaan lalulintas, karena jalan tersebut akan menjadi sangat licin akibat tanah yang sudah menjadi becek,” tukas YM.
“Untuk itu pemerintah harus tegas, jangan membiarkan tindakan oknum – oknum seperti ini membahayakan pengendara. Setidaknya sisa tanah tersebut dibersihkan, bukan langsung ditinggalkan seperti itu,” pungkasnya. (Ndy_Oke)
