126 Kasus Covid-19 di Talaud, Ini Penjelasan Kadis Dinkes dr. Monangin
SEPUTARSULUTNEWS, TALAUD – Di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat, seluruhnya ada 126 kasus Covid – 19 hingga saat ini, diantaranya 10 orang yang sedang dirawat di RSUD, yang melakukan isolasi mandiri ada 104 orang di Talaud maupun di luar daerah yang merupakan warga Talaud. Sebelumnya kami sudah mendapatkan edaran dari Kementrian Kesehatan yaitu tentang penetapan Diagnosa atau terkonfirmasi Positif, sudah tidak berdasar pada pemeriksaan PCR atau polymerase chain reaction, pemeriksaan sekarang sudah mengacu pada pemeriksaan antigen. Kami belum tau pasti apakah Varian Omicron atau tidak,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud dr. Kerry D. Monangin, ME saat ditemui Wartawan Media seputarsulutnews.com pada Selasa (22/02/2022).
“Diduga penyebaran yang begitu cepat hingga saat ini sampai kepada anak sekolah. Kemarin saja di SMAN 1 Melonguane, ditemukan 14 Kasus termasuk 6 Guru yang terpapar. Itu juga permulaan dari Guru, dan juga ada 2 Orang Murid di SDK Melonguane.
Hal ini terjadi seperti di Pulau Jawa, Setelah adanya pembelajaran tatap muka di sekolah, akan terjadi Klaster Sekolah, untuk itu saya sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi yang berkewenangan dengan SMA, untu meliburkan dan sistem pembelajaran Daring dilakukan kembali,” pungkas dia.
Ditambahkanya, “Kemudian di RSUD Talaud masih ada 10 yang di rawat dan 2 sudah persiapan pulang. Kita juga tetap akan mengantisipasi akan adanya lonjakan kasus hingga mempersiapkan Rumah Sakit Bergerak Gemeh untuk tempat pasien Isolasi, jika di RSUD Talaud penuh. Kami juga selalu menghimbau kepada masyarakat untuk lebih ketat menerapkan Prorokol Kesehatan dan menghindari kerumunan banyak orang,” tegas Kadis.
Oleh keterbatasan Dinas Kesehatan, memonitoring aktifitas masyarakat sampai di Kota Manado dan daerah lain, sehingga membuat lonjakan selama Dua Minggu terahir ini. Saat itu pihak Dinkes melakukan pemeriksaan (Contact Tracing) terus, sehingga mendapati yang terpapar lebih awal. Sehingga mereka yang terdeteksi ditetapkan sebagai kasus terkonfirmasi dan jumlahnya menjadi 126 kasus. Sehingga dari kontak Satu ke lainya, dan sampai kepada siswa di sekolah. Kondisi saat ini kita selaku instansi pemerintah, Dinas Kesehatan sudah banyak juga yang terpapar.
Oleh sebab itu mari kita lebih ketat melakukan Protokol Kesehatan dan juga para pelaku perjalanan yang sementara isolasi mandiri, jangan sengaja kontak langsung keluarga, benar-benar isolasi mandiri. Jangan sampai keluarga yang akan tertular, sekarang tiap-tiap Puskesmas melaksanakan Vaksinasi juga lebih di genjot untuk anak umur 6-11 Tahun dan vaksinasi Boster.
Karena Vaksinasi bisa membetuk kekebalan kelompok (Herd Immunity), karena vaksinasi bisa mencegah seseorang yang sudah terpapar virus, gejalanya hanya ringan atau tidak bergejala. Sedangkan kasus-kasus kematian yang disebabkan oleh varian omicron ini secara Nasional tercatat 63% belum melakukan vaksinasi. Ini merupakan gambaran, bahwa vaksinasi bisa mencegah yang terpapar dari sakit berat atau kematian.
Kami selaku Pihak Dinas Kesehatan, “tidak risau dengan adanya lonjakan kasus, justru kami Pemerintah, lebih tinggi melakukan aktifitas Contact Tracing dan akan lebih awal mencegah yang sudah terpapar untuk menularkan kepada orang lain. Jadi bukan Pemerintah membiarkan adanya lonjakan kasus Covid di Kabupaten Kepulauan Talaud,”tutup kadis.
(ecko_ssn)
