April 19, 2026

Bupati Joune Ikut Upacara Secara Virtual Hari Kebangkitan Nasional

0

SUARASULUT.COM,MINUT–Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulong, ikut upacara secara virtual peringatan hari kebangkitan nasional.

Seratus tiga belas tahun lalu, perhimpunan Boedi Oetomo meletakkan dasar-dasar kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia. Tiga hal penting yang diretas Boedi Oetomo adalah pertama, cita-cita untuk memerdekakan cita-cila kemanusiean; kedua, memajukan nusa dan bangse; serta ketiga, mewujudkan kehidupan bangsa yang terharmat dan bermartabat di mata dunia.

Tiga hal di atas merupekan substansi makna kebangkitan nasional yang harus dipertehankan den diaktualisasikan lintes generasl. Senantiasa diterapkan dalam kerangka dinamis sesuai konieks zamannya.

Pada era prakemerdekaan, kebangkitan nasional mampu menjadi ruh gerakan perawanan termadap hagemoni penjajah. Pasca kemerdekaan
kebangkiten nasional menjadi inspirasi pelaksanaan pembangunan bangss. Di era reformasi membawa Indonesia menuju pengelolaan negara yang lebih terbuka
dan demokratis.

Dalam konteks ini, makna kebangkitan nasicnal seyogyanya diarahkan menjadi unifying focdor (faktor pemandu) untuk mengembangkan dermokralisasi disegala bidang, mewujudkan keadilen, penegakan hukum, kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat.

Inilah agenda kontekstual yang sejatinya lebih dari cukup untuk mengantarkan bangsa Indanesia ke cita-cita ketiga yang diretas Boedi Octomo, yakni (berbuat) sesuai dinamika kehidupan bangsa saat ini.

Pada 20 Mei 1948, presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dengan
sengaja menjadikan lahimya organisasi Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitrnya Nasionalisme di Indonesia. Ketika itu, ada ancaman perpecahan antargolongan
dan ideologi. Selain iu Indonesia dalam masa revolusi mempertahankan diri dari
Belanda yang ingin kembali berkuasa d Indonesia.

Presiden Soekamo menetapkan lahirnya Boedi Oetomo pada tanggal 20
Mei 1908 diangkat sebagai Hari Kebangkltan Nasional. Dengan harapan golongan
yang saling bertengkar dan rakyat Indonesia melalui momen ini dapat
mengumpulkan kekuatan bersatu melawan Belanda. Soekarno berharap penetapan Hari Kebangkitan Nasional bisa mencegah perpecahan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pun pada akhimya bukan sekadar menjadi ritual untuk mengenang kejayaarn sejarah masa lalu saat solidaritas
persatuan era Boedi Oetomo terbentuk tanpa disertai takan memadai untuk mengejawantahkan semangat yang telah dirintis dr. Soetomo dan kawan-kawan itu ke dalam praktik berbangsa den bemegara yang lebih operasional.

Paringatan Hari Kebangkitan Nasional saat ini sejatinya dapat djadikan
untuk menggalang kembali semangat kebangkitan sebagai bangsa yang tangguh.
Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguhl”. Tema ini mengingatkan bahwa semangal kebangkitan nasional mengajari kita untuk selalu optimisis manghadapi masa depan. Kita hadapi semua tantangan dan persoalan bersama-sama sebagai pewaris ketangguhan bangsa ini.

Tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi yang sudah melanda secara global lebih dari setahun ini Sembari bersiaga manghadapi ancaman gelombang baru pandemi dengan tetap menerapkan protokal
kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Tangguh juga dalam menghadapi beragam tantangan selama masa
pandemi dengan beredamya banyak misinfomasi, disinformasi dan hoaks.

Tarutama ditujukan untuk menjaga kesatuan sebagai bangsa. Mari kta
manfaatkan ruang digital secara tepat dan bijak, katakan tidak pada segala jenis hoaks, ujaran kebencian dan berbagai jenis penyalahgunaan ruang digital yang mencederai semangat persatuan dan kesatuan sebagai bangsa dan disi dengan hal bemanfaat untuk kemajuan ekonomi, secara khusus ekonomi digital yang berkembang dari waktu ke waktu.

Dan terakhir, tangguh dalam kebersamaan untuk memulihkan ekonomi nasional. Salah satu peluang yang bisa dimantapkan adalah ekonomi digital. Di tengah pandemi, bisnis dagang berbasis digltal ini bahkcan diproyeksi tumbuh 33.2 persen dari 2020 yang mencapai Rp253 tilun menjadi Rp337 triliun pada tahun
2021.

Peningkatan jumlah transaksi lewat e-commeroe juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam mendorong akseptasi digital kepada masyarakat serta terus mengakselerasi perkembengan fintech dan digital benking.

Pandemi Covid-19 berhasil memaksa kita untuk mengubah kebiasaan kebiasaan kita secara drastis, seperti interaksi fisik atau tatap muka di dunia nyata yang berpindah ke dunia virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi telekomunikasi.

Dengan adanya kondisi ini, Indonesia bahkan di seluruh dunia, tanpa sadar, melakukan perubahan atau pemanfaatan teknologi digital untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan dari non-digital menjadi digital.

Peringatan kebangkitan nasional ini menjadi titik awal dalam membangun
kesadaran untuk bergerak mengatasi pemasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Hari Kebangkitan Nasional ini mengingatkan kita kepada semangat untuk
bergerak sebagai bangsa, dengan tanpa menandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Mimpi kita untuk tancap gas memacu ekonomi dan kemajuan peradaban sebagai simbol kebangkitan bangsa. Menuju Indonesia Digital, semakin Digital Semakin Maju!.(angky/*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version