Kata Pakar Antropologi Mahyudin Damis Kepemipinan ODSK
SUARASULUT.COM, Manado — Dalam kepemimpinan sebagai kepala daerah, tentunya harus sukses selama duduk sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Hal tersebut yang selalu di gaungkan dalam kampanye para pasangan calon, ketika ingin meraih simpati masyarakat dan berharap untuk dipilih. Tapi lima tahun kepemerintahan ODSK masih ada yang belum berhasil capai sasaran bagi masyarakat.
Menurut kacamata Pakar Antropolog Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Drs. Mahyudin Damis MHum, tingkat kemiskinan menurut pencermatannya turun 1,36%. Dari 8,98% di tahun 2016 menjadi 7,62% di tahun 2019. Sumbangsih terbesar hanya dari program kerja kepala daerah di 15 Kabupaten/Kota se-Sulut.
Selanjutnya, tingkat Pengangguran hanya turun sebesar (0.7%). Dari 7% di tahun 2016 menjadi 6,25% di tahun 2019. Dan Sumbangsih terbesar hanya dari program kerja kepala daerah di 15 Kab/Kota se-Sulut. Dan kemudian Pertumbuhan Ekonomi sampai dengan tahun 2019, kontraksi minus -0,51%. Dari 6,17% di tahun 2016 menjadi 5,66% di tahun 2019. Lagi-lagi, sumbangsih terbesar yang menahan kontraksi minus ekonomi hanya dari hasil penjualan emas masyarakat penambang. Sumber data lewat capaian RPJMD ODSK dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Sulut, 23 September 2020.
Mahyudin menilai, menurut bacaannya terhadap data yang ada adalah fungsi koordinasi antara Pemprov dan pemerintah Kabupaten/Kota terkesan belum maksimal. Kemudian, aliran dana pembangunan dari pusat ke berbagai daerah khususnya dalam bentuk proyek masih belum tampak dampak positifnya yang signifikan guna upaya menurunkan angka pengangguran.
“Proyek-proyek infrastruktur yang terasa begitu masih di Sulut belum pula berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi melalui sektor hasil pertanian unggulan kita selama ini,” ungkap Mahyudin, saat dihubungi 09 November 2020.
Mahyudin menegaskan, kedepan harus lebih mantap lagi sinergitas antara Pemprov dan 15 Kabupaten/Kota yg ada. Dan berharap kedepan, hasil pemilu Gubernur-Wakil Gubernur plus Pilbup dan Pilwako 2020 ini harus lebih mantap lagi sinergitas antara Pemprov dan 15 Kabupaten/Kota yang ada.
“Intinya egoh sektoral harus ditinggalkan agar kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara lebih meningkat dan bermartabat,” tegas Mahyudin. (Sandy)
