Tuntaskan Kemiskinan, Ini Permintaan Wagub Kandouw Harus Dijauhi
SUARASULUT.COM,MANADO– Penangulangan kemiskinan harus dilakukan secara holistik dengan terus menguatkan koordinasi, kapasitas kerja lintas sektor dalam aktualisasi dan realisasi percepatan penanggulangan kemiskinan.
Demikian dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw
saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah provinsi dan kabupaten/kota se Sulut di Kantor Gubernur, Selasa (11/8/2020).
“Menyikapi masalah kemiskinan harus secara holistik, secara keseluruhan.
Masalah kemiskinan tidak ada sangkut pautnya dengan ego-ego sektoral, ego regional. Ini murni masalah yang wajib bagi pemerintahan. Saya mau sampaikan bahwa koordinasi itu penting. Bahwa kita bukan sekedar pertemuan tetapi kita identifikasi tetapkan masalah serta solusinya apa,” kata Kandouw.
Menurut Kandouw, sektor penanggulangan kemiskinan termasuk pengangguran senantiasa menunjukkan geliat dan capaian positif. Namun bukan berarti hal itu menjadi alasan berpuas diri, karena masih banyak masyarakat miskin yang memerlukan dorongan dan stimulant dari kita untuk mereka keluar dari garis kemiskinan, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan bersama saat ini.
“Secara nasional bahwa pengangguran kita selama Covid ini memasuki sudah lewat satu semester triwulan ketiga, ketambahan 5,7 juta penganggur. Bukan berarti di Sulawesi Utara bebas pengangguran, saya yakin 5,7 itu ada yang di Sulawesi Utara. Masalah kemiskinan ini harus menjadi bagian dari roadmap pemerintah, dalam artian rencana anggaran kita. Karena semua selalu saya ingat-ingatkan. Bahwa ada tiga hal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita yakin eksport, investasi dan belanja pemerintah,” ungkapnya.(wal/*)
