Lomban: Syarat Hampir Lengkap, Bitung Akan Dibangun Pusat Data Nasional, Anggaran Rp 2 Triliun
SUARASULUT.COM, BITUNG- Terobosan-terobosan walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban SE MSi untuk membangun kota Bitung terbilang sangat luar biasa. Buktinya Walikota Lomban bisa melobi, dikota Bitung rencananya akan dibangun tempat pusat data Nasional.
Hal itu di buktikan dengan kunjungan Menkominfo Republik Indonesia Johnny G Plate, Selasa (28/07/20).
Menkominfo berkunjung ke kota Bitung untuk melakukan peninjauan kesiapan pembangunan Pusat Data Nasional di perkebunan Waleleng Kelurahan Pinokalan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung.
Dalam acara peninjauan menteri Kominfo ke lokasi tersebut, diawali dengan laporan singkat dari walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban SE MSi.
Dalam laporannya, walikota Lomban mengatakan bahwa lokasi yang disiapkan oleh pemkot Bitung berukuran 4,3 hektare dan sesuai master plan daerah tersebut untuk pemukiman, dan rencananya akan dibangun universitas.
“semoga lokasi yang disiapkan pemkot Bitung, boleh memenuhi syarat. Dan semua tinggal tergantung Pak Menteri, Yes Or No,” singkat Lomban.
Menkominfo dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari kunjungannya adalah untuk melakukan peninjauan dan penilaian lokasi tempat pembangunan pusat data nasional yang sangat mahal.
Selain kota Bitung, Pembangunan pusat data Nasional juga rencananya akan dibangun di empat tempat yaitu Jakarta, Kalimantan Timur yakni calon Ibu kota Negara, Kepulauan Riau yakni Batam kota Bitung bagian dari Indonesia Timur.
“Saya yakin apa yang lakukan Kaka Lomban, pasti yang terbaik. Karena Kaka Lomban adalah seorang birokrat Handal.” Ucap Plate yang juga sebagai Sekjen Partai Nasional Demokrat.
Plate juga menjelaskan,rencana besar ini harus diikuti oleh rencana detil karena Pusat Data Nasional ini terkait bangsa dan negara sekarang dan potensi masa depannya. Juga pemerintah inginkan agar jangan sampai pembangunannya sangat mahal, kemudian merawatnya lebih mahal. “ Indonesia terlalu banyak memiliki pusat data, ada 700 lebih dan hanya 3 persen saja yang memenuhi standar global. Sehingga terjadi kesulitan mengambil keputusan sesuai data Nasional. Kalau kita tidak dikelola data yang baik, kita tidak tau masa depan kita bagaimana.” Jelas Plate.
Plate juga menambahkan, pembangunan pusat data harus memenuhi syarat startegis diantaranya geologi, jangan kena tsunami contohnya, kemudian infrastruktur pendukung utama lainnya seperti jaringan backbone fiber optic, listrik dan aksesibilitas, karena data adalah salah satu hal yang sangat strategis, misal dalam keadaan luar biasa pusat data ini bisa terjaga, termasuk security sistem bagaimana dan Manpowernya,” tutur Plate.
Terakhir Plate mengatakan, jika memang nantinya akan dibangun di Kota Bitung, tentu saja hal ini akan berdampak secara ekonomi karena capital dan operational expenses-nya cukup besar.
Sebelum menuju ke pelabuhan kontener Bitung, Johnny G Plate diwawancarai wartawan yang menanyakan kesiapan kota Bitung.”hari ini baru melakukan peninjauan dan menilai, jadi jangan buru-buru. Karena perlu pertimbangan yang komprehensif dan didukung secara teknikal.” Pungkas Plate.
usai melakukan peninjauan di lokasi rencana pembangunan pusat data Nasional, Menkominfo dan rombongan didamping Walikota Lomban
dan pejabat Pemkot Bitung bersama unsur Fokopimda seperti Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat bahkan sejumlah anggota DPRD Bitung seperti Wakil Ketua DPR Keegen Kojoh, Alexander Wenas dan Indra Ondang berkunjung ke pelabuhan Kontener Bitung, dan di jamu makan malam dirumah jabatan walikota Bitung.
Lomban Sendiri saat diwawancarai media ini mengatakan, untuk pembangunan pusat data Nasional, hampir semua syarat sudah bisa di penuhi. Pembangunan pusat data Nasional diKota Bitung juga sangat menguntungkan warga Bitung.
Ditanyakan berapa total anggaran pembangunan tersebut, Lomban mengatakan, menurut menteri anggaran pembangunan pusat data Nasional mencapai sekitar 2 triliun dan akan dianggarkan di APBN 2021.(angky)
