Maria Magdalena, SE Jebolan STIE El’Fatah Manado Gelorakan Atomas di Kabupaten Mappi
Wanita enerjik yang lahir dan besar di daerah Buti, sebuah daerah pedesaan yang berada dipinggiran pantai kota Rusa, Merauke itu lantas mencetuskan Gerakan Ayo Makan Sagu (Atomas) untuk kembali mengangkat harkat dan martabat Sagu agar kembali menjadi komuniti utama dan unggulan di Papua Selatan, khususnya daerah Mappi. Pengembangan dan Penelitian lantas digenjot sebulan lamanya dengan mengambil lokasi di Yaqhai, salah satu suku yang ada Kabupaten Mappi.
Ternyata Atomas ini mendapat support penuh dari Pemkab Mappi lewat dukungan penuh saat Maria Mangdalena melakukan persentasi di Bapedda Mappi, tempatnya bekerja selama ini.
Dukungan penuh diberikan jajaran petinggi di Bapedda Mappi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mappi, LD Irja Gozali, S.Sos dan Sekretaris Bappeda, Robertus A Gobai, S.Hut, M.I.L memberikan dukungan penuh terhadap implementasi Proyek Peruahan bagi peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan VII di BPSDM Kemendagri yang dilaksanakan di PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta.
Jebolan Stie El’Fatah Manado menjelaskan Atomas digelorakan sebagai proyek perybahan dan pemaparan sesuai kondisi dan kebutuhan bagi daerah Mappi tercinta sekaligus sebagai perubahan mengangkat tatanan budaya, sosial, lingkungan hidup dan ekonomi. ‘’Juga sebagai upaya perlindungan kawasan hidrologis (sungai dan rawa-red) sebagai habitat sagu dalam tata ruang Kabupaten Mappi. Melakukan Upaya Perlindungan kawasan Hidrologis (sungai dan rawa) sebagai habitat sagu dalam tata ruang Kabupaten Mappi serta upaya pengelolaan yang terintegrasi dalam perencanaan program dan kegiatan antar stakeholder,’’ ungkapnya.
Ada 29 program unggulan yang digelorakan Maria Magdalena dalam menggaungkan Atomas di daerahnya. Diantaranya, tanah Mappi sangat cocok untuk tanaman sagu disamping tanaman tumpang sari seperti kedelei, bawang dll sehingga perlu kolaborasi dengan pariwisata, Mappi menuju agro wisata. ‘’Hidupkan kembali larangan terhadap pembakaran hutan dan rawa-rawa sehingga hutan sagu tidak terbakar; berfokus pada tanaman sagu yang merupakan makan pokok suku Yaqhai serta mengangkatkembali identitas budaya dengan menghidupkan kembali dusun-dusun sagu yang telah hilang,’’ ungkapnya.
Dia sendiri berharap kedepannya dengan adanya Atomas ini, Sagu akan mempunyai nilai jual yang tinggi serta memberikan dampak yang baik bagi masyarakat dari segi ekonomi, budaya dan lingkungan hidup sekalius pemilihan pola konsumsi masyarakat beralih kembali ke sagu.(wal)
