Kecewa Putus Sekolah, Akhiri Hidup di Tali Gantungan

oleh -107 Dilihat
oleh

SUARASULUT.COM,MINSEL–Kecewa karena diberhentikan sekolah oleh kedua orang tuanya, seorang remaja pria, DT alias Deo (15), warga Maliku Satu, Amurang Timur, Minahasa Selatan (Minsel), nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Korban ditemukan pertama kali ibunya, Sance Pongayow (41), dalam keadaan telah meninggal dunia, tergantung pada seutas tali plastik yang terikat di atas jendela kamarnya.
Kapolsek Amurang, AKP Edi Suryanto membenarkan adanya kejadian tersebut. “Sesaat melihat anaknya tergantung, saksi langsung berteriak, kemudian datang suaminya yang langsung memotong tali,” ujarnya.
Kejadian ini lalu dilaporkan kepada pihak pemerintah desa setempat dan Polsek Amurang. Saat melakukan olah TKP, polisi menemukan secarik kertas berisi ungkapan kekecewaan korban.
Surat tersebut ditemukan tepat di samping tubuh korban. “Isi surat, intinya korban kecewa karena diberhentikan sekolah oleh kedua orang tuanya. Dan setelah dikonfirmasi, hal ini dibenarkan oleh orang tua korban,” tambah Kapolsek.
Kasus ini, lanjutnya, masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Kami bersama Satreskrim Polres Minsel telah melakukan olah TKP, identifikasi serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” pungkas Kapolsek.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.