Seputarsulutnews.co, Manado — Di balik suasana khidmat penurunan Sang Merah Putih, ada lambaian tangan siswa SMP Negeri 10 Manado yang menghadirkan makna lain tentang kemerdekaan.
Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Sparta Tikala berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dirasakan masyarakat hari ini tidak hadir begitu saja, melainkan lahir dari pengorbanan panjang para pahlawan.
Usai upacara, beberapa siswa SMP Negeri 10 Manado datang meminta foto bersama. Setelah itu, mereka menaiki Bus Trans Manado untuk pulang.
Dari dalam bus, tangan-tangan kecil itu melambai sambil menyampaikan salam, “Dada Pak.”
Sederhana, tetapi sarat makna.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus diwariskan melalui generasi muda—bukan hanya dalam seremoni, tetapi juga lewat semangat belajar, keberanian berkarya dan kepedulian terhadap masa depan daerah serta bangsa.
Sebab, setelah bendera diturunkan, perjuangan untuk mengisi kemerdekaan tidak pernah benar-benar selesai.(***)
