Seputarsulutnews.co,Manado – Saat banyak daerah berlomba menawarkan kemudahan izin, Wali Kota Manado Andrei Angouw justru mengingatkan satu hal yang lebih menentukan: tanpa daya beli masyarakat dan pasar yang kuat, investor tidak akan datang.
Pesan itu menjadi sorotan dalam presentasi Andrei Angouw sebagai nomine Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Tahun 2026 yang digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Auditorium Nusantara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Bersama Kepala DPMPTSP Kota Manado, M. Sofyan, AP., M.Si., Andrei memaparkan berbagai capaian pelayanan perizinan serta strategi percepatan investasi yang dijalankan Pemerintah Kota Manado sepanjang 2026.
Wali Kota menampilkan data pertumbuhan ekonomi Kota Manado yang terus menguat sepanjang 2021–2025. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi naik dari 5,53 persen menjadi 5,77 persen dan tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Utara maupun nasional.
Di hadapan tim penilai, Andrei menegaskan bahwa membangun iklim investasi harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya fokus pada penyederhanaan perizinan, tetapi juga memastikan keamanan kota, menjaga daya beli masyarakat, memperluas akses pasar melalui konektivitas dan pariwisata, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis digital.
“Sebaik apa pun infrastruktur, perizinan, dan investasi, tetapi kalau daya beli masyarakat rendah dan tidak tersedia market, maka tidak mungkin investor akan masuk ke kota kita,” ujar Andrei.
Presentasi tersebut juga memuat transformasi DPMPTSP Kota Manado melalui penguatan kelembagaan, inovasi layanan, digitalisasi sistem, dan peningkatan kualitas pelayanan sebagai fondasi untuk mempercepat investasi serta menciptakan kemudahan berusaha yang berkelanjutan.(***)
