Juli 7, 2026

“Jangan Sampai Keburu Meninggal!” YSK Kaget 180 Pasien Antre Cuci Darah, Bitung Didorong Punya RS Tipe C

Seputarsulutnews.co, Manado– Antrean ratusan pasien gagal ginjal yang belum mendapat layanan cuci darah membuat Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) angkat suara keras: fasilitas kesehatan harus segera ditambah agar tidak ada warga kehilangan nyawa hanya karena terlambat ditangani.

Persoalan layanan cuci darah di Kota Bitung mendapat perhatian serius dari Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Saat meresmikan Unit Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Tipe C Bitung, Senin (6/7/2026), YSK mengungkapkan keprihatinannya setelah mengetahui masih ada sekitar 180 pasien yang harus mengantre untuk memperoleh layanan hemodialisis.

Menurutnya, keberadaan empat unit mesin yang baru diresmikan belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang jumlahnya mencapai sekitar 217 ribu jiwa.

“Jangan sampai masyarakat keburu meninggal karena terlambat mendapatkan pelayanan. Ini harus segera kita tingkatkan,” tegas YSK.

YSK menjelaskan, kunjungan kali ini merupakan yang kedua ke RSMN Bitung. Sebelumnya, pemerintah provinsi telah menyerahkan dua unit ambulans, sedangkan kali ini empat mesin hemodialisis mulai dioperasikan.

Namun langkah itu disebut baru menjadi awal dalam memperkuat layanan kesehatan di Kota Bitung.

YSK langsung menyatakan dukungannya terhadap rencana peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C dan berjanji membantu mendorong proses tersebut ke Kementerian Kesehatan.
“Bitung adalah kota besar.

Sudah waktunya memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap,” ujarnya.

Juga menyoroti pembangunan rumah sakit baru di sejumlah daerah lain seperti Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Timur.

Menurutnya, Bitung tidak boleh tertinggal dalam pengembangan layanan kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur memaparkan berbagai capaian pembangunan Sulawesi Utara, mulai dari IPM 76,32, angka harapan hidup 74,44 tahun yang tertinggi di Pulau Sulawesi, tingkat melek huruf 99,7 persen, hingga pertumbuhan ekonomi sekitar 5,64 persen.

YSK menegaskan pemerintah akan terus memperluas layanan kesehatan melalui prinsip pelayanan cepat, dekat, dan bermutu, termasuk menghadirkan layanan kesehatan bergerak bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan agar akses kesehatan semakin merata.(***)

Exit mobile version