Bahlil Turun Langsung ke Manado, Musda Golkar Sulut Jadi Penentu Arah dan Regenerasi Kepemimpinan
SEPUTARSULUT.COM—Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara yang akan digelar Sabtu, 11 April 2026, dipastikan bakal jadi tonggak sejarah. Kehadiran langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadikan forum ini sarat makna politik, penegasan arah partai sekaligus momentum regenerasi kepemimpinan di daerah.
Kegiatan akan berlangsung di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center dan dihadiri sekitar 200 kader dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Juru Bicara Golkar Sulut, Feryando Lamaluta, menegaskan kesiapan panitia sekaligus antusiasme kader menyambut agenda tersebut.
“15 kabupaten/kota akan hadir, sekitar 200 orang. Kita juga bersyukur karena Ketum akan hadir langsung,” ujarnya.
Kehadiran Bahlil bukan sekadar seremoni pembukaan. Dalam tradisi Partai Golkar, kehadiran ketua umum kerap menjadi penanda penting arah politik dan konsolidasi internal.
Apalagi, di tengah mengerucutnya dukungan kepada Michaela Elsiana Paruntu (MEP), sinyal dari pusat dinilai akan mempertegas siapa figur yang akan memimpin Golkar Sulut ke depan.
Informasi yang berkembang menyebutkan, MEP telah mengantongi dukungan mayoritas DPD II kabupaten/kota. Dari total struktur yang ada, hanya segelintir daerah yang belum menyatakan sikap.
“Sudah banyak menyatakan dukungan sehingga saat ini bisa dibilang MEP yang paling kuat,” kata Feryando.
Jika dukungan tersebut bertahan hingga hari pelaksanaan, Musda XI berpotensi menjadi titik awal regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Sulut.
MEP dinilai sebagai representasi generasi penerus dengan kombinasi pengalaman struktural dan kapasitas politik. Selain menjabat Ketua DPD II Golkar Minahasa Selatan, ia juga merupakan pimpinan DPRD Provinsi Sulut.
“Dia punya pengalaman, prestasi, dan posisi strategis. Itu jadi modal penting,” tambah Feryando.
Lebih jauh, kekuatan komunikasi politik hingga ke level DPP menjadi faktor yang memperkuat posisi MEP dalam kontestasi ini.
Di tengah dominasi dukungan tersebut, wacana aklamasi kian menguat. Koordinator Wilayah Golkar Sulawesi, Muhidin Said, bahkan secara terbuka berharap Musda berlangsung dalam suasana musyawarah mufakat.
“Semoga Musda ini aklamasi,” ujarnya.
Hal ini diperkuat oleh kesiapan internal partai yang disampaikan Ketua DPD I Golkar Sulut saat ini, Christiany Eugenia Paruntu. Ia memastikan seluruh tahapan persiapan telah rampung, termasuk agenda pembukaan oleh ketua umum.
Jika skenario aklamasi terjadi, maka kepemimpinan Golkar Sulut akan beralih dari Christiany Eugenia Paruntu kepada Michaela Elsiana Paruntu. Transisi ini tak hanya soal pergantian figur, tetapi juga mencerminkan kesinambungan kekuatan politik dalam tubuh partai.
Keluarga Paruntu sendiri dikenal memiliki jejak panjang di Golkar Sulut, menjadikan momentum ini sebagai bagian dari kesinambungan sekaligus konsolidasi kekuatan politik yang telah terbangun.
Di sisi lain, MEP menyatakan kesiapan menjalankan arahan partai pusat dan memperkuat basis Golkar di daerah. Ia juga memohon dukungan masyarakat untuk mengemban amanah tersebut. (*)
