38 Pejabat Ikut Job Fit, Gubernur Sulut Targetkan Oktober Sudah Dilaksanakan Manajemen Talenta
Seputarsulutnews.co,Manado-Pelaksanaan rotasi dan pengisian jabatan dilingkup Pemprov Sulut semakin jelas. Hal itu terlihat dengan digelarnya uji Kompetensi (Job fit) terhadap 38 pejabat Eselon II (JPT Pratama) dari Pemprov Sulut dan kab/kota.Kegiatan ini sudah masuk pada tahap seleksi, Kamis (25/09/2025).
Sekretaris Provinsi Sulut Tahlis Gallang didampingi Plt Kepala BKD Sulut Dr Olivie Theodore bahwa ada 38 pejabat Pemprov dimana 33 peserta yang mengikuti Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dari Pemprov Sulut dan 5 dari Kabupaten/kota.
Lanjut Tahlis Gallang menyampaikan bahwa pihaknya melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tengah menyiapkan uji kompetensi bagi pejabat eselon II. Uji kompetensi ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan para pejabat.
“Hasilnya akan menjadi dasar penempatan apakah seorang pejabat tetap dipertahankan di posisi saat ini atau dipindah ke jabatan lain,” jelas Tahlis kepada wartawan, Jumat 1 Agustus 2025.
Dijelaskan Galang, mutasi ini mencakup sejumlah jabatan strategis, seperti kepala dinas, kepala badan, kepala biro, kepala bagian, kepala bidang, kepala UPT dan kepala sub bidang/bagian.
Menurutnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut sedang mempersiapkan pelaksanaan rotasi dan pengisian jabatan. “Setelah Pak Gubernur melakukan pembicaraan dengan BKN, maka kemungkinan besar Pemprov akan menerapkan sistim manajemen talenta dalam rekrutmen. Bahkan Pak Gubernur menargetkan Bulan Oktober sudah dilaksanakan manajemen talenta,”jelasnya.
Jika menggunakan manajemen talenta, tidak ada seleksi terbuka, yang ada hanya assesment. “Eselon 3 dan 2 nantinya akan mengikuti assesment yang dilaksanakan oleh BKN. Hasilnya akan muncul peta kompetensi pejabat. Misalnya, eselon 3 jika dipromosikan ke eselon 2 akan kelihatan cocoknya di dinas A atau B, sehingga begitu terjadi proses mutasi, Pak Gubernur tinggal melihat pemetaan jabatan itu, lebih simpel, efektif dan efisien,” tambah {j Sekprov yang telah memiliki pengalaman tiga kali menjadi Sekda di tiga kabupaten/kota yang berbeda.
Kalau menerapkan shelter, maka akan aa pengeluaran biaya untuk panitia seleksi, waktunya panjang dan kadang-kadang tingkat kompetensi pejabat yang diharapkan itu tidak sesuai dengan jabatan yang diharapkan. “Manajemen talenta sudah memutus mata rantai itu, jadi kemungkinan besar shelter tidak ada lagi di Pemprov, tinggal menggunakan manajemen talenta,” jelasnya (yren)
38 Peserta Uji Kompetensi yaitu :
- Dr Denny Manggala
- Dr Fransiscus Manumpil
- Ch Talumepa
- Syaloom Korompis
- Dr Femmy Suluh
- Clay Dondokambey
- dr Kartika Devi Tanos
- Rahel Rotinsulu
- DR Flora Krisen
- Nova Pangemanan
- Darwin Muksin
- Lukman Lapadengan
- Farly Kotambunan
- June Silangen
- Jimmy Ringkuangan
- Rainer Nicko Dondokambey
- Deicy Paat
- Alex Watimena
- Adolf Tamengkel
- Chres Sondakh
- Elvira Katuuk
- Alexander Suak
- Izaac Rey
- Janny Lukas
- Dr Tinneke Adam
- Daniel Mewengkang
- Hendry Kaitjily
- Imanuel Makahanap
- DR Jemmy Kumendong
- Wanda Musu
- Weldie Poli
- Andra Mawuntu
- Fransiskus Maindoka
- Arvan Ohy, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
35.Sofyan Mokoginta, Sekretaris Kota (Sekot) Kotamobagu
36.Rio Lombone, Kepala Inspektorat Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong)
- dan Harris Sumanta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
- Yorry Rommy Lesawengan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Toraja Utara.
