Mei 26, 2026

Irup Hari Lahirnya Pancasila, Bupati Mitra Ronald Kandoli Sebut Pancasila Adalah Pedoman Hidup Bersama, Serta Penuntun Dalam Mewujudkan Cita-Cita Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur

Mitra.Seputarsulutnews.co.- Walupun hujan gerimis turun di halam Kantor DPRD Kabupaten Mitra, namun peringatan dalam bentuk upacara bendera memperingatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), tetap berlangsung Khidma dan suksest. Upacara tersebut dilaksanakan hari ini, Senin (2/6-2025).

Bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 dipimpin langsung Bupati Kabupaten Mitra Ronald Kandoli, dihadiri Wakil Bupati Fredy Tuda, Ketua DPRD Mitra Sophia Antou, SE, Kapolres Mitra AKBP. Handoko Sanjaya, S.I.K, M.Han, Sekertaris Daerah David H Lalandos, AP, MM, Asisten Satu Janny Rolos, S.Sos, ME, Asisten Dua Arnold Mokosolang, MM, Asisten Tiga Ir. Elly Sangian, ME, bersama seluruh jajaran Kepala SKPD, Kepala Badan, para ASN, Pelajar dan seluruh unsur masyarakat.

Adapun sambutan yang dibawakan Bupati Kabupaten Mitra Ronald Kandoli dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 ini, dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.

Dikatakan Kandoli, Hari ini kita memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia Hari Lahir Pancasila. Dimana ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis, atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Kandoli.

Lanjut Kandoli, dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, kami mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. la mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.

“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” tambahnya

Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

Ini menjadi prioritas karena kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi, sebut Bupati.

Dikatakan Kandoli, dengan memperkokoh ideologi Pancasila berarti kita menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita.

Melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital, pungkasnya. (Fredy)

 

 

 

Exit mobile version