Mei 26, 2026

Satu Balita Tewas, KM. Alis Mulia Dari Haltim, Tenggelam, Bermuatan Ratusan Penumpang

Proses Evakuasi Penumpang Dari KM. Alis Mulia Dari Dorosago Haltim, Tujuan Tobelo Halut.(foto:ist)

HALMAHERA UTARA, – Kecelakaan Kapal, lagi-lagi terjadi. Kapal Motor (KM) Ales Mulia, dengan Rute Pelabuhan Dorosago, Halmahera Timur – Pelabuhan Tobelo, Halmahera Utara, dinyatakan Karam di Perairan Pulau Tagalaya, Halmahera Utara pada Sabtu (14/12/2024) Sekira Pukul 22.00 WIT.

Karam atau Tengelamnya KM. Ales Mulia
menelan korban jiwa Seorang Balita bernama Devan (2) asal Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Belum ada keterangan resmi dari Pihak Kepolisian dan Basarnas serta pihak terkait, dalam Insiden tersebut. Seorang Lansia Bernama Abdul Haris Hadi (80) Hilang, masih dalam pencarian, Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Tobelo.

Sedangkan Korban Luka – Luka dilarikan ke- RSUD Tobelo untuk mendapatkan perawatan Medis. Hingga Pukul 24.00 WIT, Penumpang KM. Ales Mulia Berhasil di Evakuasi ke Pelabuhan Tobelo. Belum diketahui pasti penyebab KM. Ales Mulia yang Karam tersebut, Kapten Kapal atau Nahkoda berinisial AN (50) Asal Maba, Halmahera Timur, sudah dibawa ke Polres Halmahera Utara untuk dimintai keterangan.

Dari informasi yang didapat Media ini, KM. Ales Mulia yang di Nahkodai AN, mengangkut Ratusan Penumpang dan Hasil Bumi, dengan tujuan Pelabuhan Tobelo.

Beberapa Saksi berinisial, HW (40), RL (42), FD (29) yang merupakan Penumpang KM. Ales Mulia menuturkan Kronologi detik – detik KM. Ales Mulia tengelam di Perairan Pulau Tagalaya.

Sekira Pukul 12.00 WIT, KM. Alis Mulia bertolak dari Pelabuhan Dorosago, Halmahera Timur menuju Pelabuhan Tobelo, Halmahera Utara. Dalam perjalanan, Kapal dihantam oleh gelombong, menyebabkan Kapal kemasukan Air.

“Saya melihat, muatan Hasil Bumi dan Jumlah Penumpang, sudah melebihi Kapasitas. Sehingga Air Laut dengan mudah masuk ke Kapal,” ucap Saksi HW.

Ditambahkanya, Anak Buah Kapal (ABK) KM. Alis Mulia, membuang sebagian muatan Hasil Bumi ke – Laut, berupa Kopra, dengan harapan, mengurangi berat muatan di Kapal sehingga Air tidak mudah masuk. Saat itu saya berada di Dek 3 paling atas, anak dan istri, saya sudah punya firasat yang kurang baik.

Dalam perjalan, sudah mendekati Pelabuhan Tobelo, tepatnya diperairan Pulau Tagalaya, sekitar Pukul 21.00 WIT, Para penumpang di Dek 2, sudah panik dan mulai berebutan Pelampung yang ada di Kapal.

Menurut keterangan Saksi RL, Sekitar Pukul 21.30 WIT, saya bersama penumpang lainya berada di Dek Bawah, para penumpang juga sudah saling berebut Pelampung dengan keadaan Panik, karena penumpang lain, tidak kebagian Pelampung. Terdengar juga teriakan penumpang, bahwa Mesin Alkon (Pompa Penghisap Air) tidak berfungsi, sehingga Air yang masuk ke kapal tidak bisa dikeluarkan.

Saksi Seorang ASN berinisial FD Juga mengungkapkan, Sekitar Pukul 22.00 WIT, Dirinya melihat para penumpang di atas kapal KM. Alis Mulia sudah tidak terkontrol, panik sambil berebutan pelampung yang ada. Dibagian Bawah Kapal sudah dipenuhi Air, tiba – tiba terdengar suara dari lambung Kapal, dan ternyata Kapal sudah Kandas di Batu Karang.

Karena posisi Kapal Kandas, Beberapa Penumpang yang mengunakan Pelampung, langsung loncat ke Air untuk berenang ke – Pulau Tagalaya. Tidak lama kemudian, Bantuan dari Basarnas dan beberapa Speed Boat datang mengevakuasi penumpang.

“Mesin Alkon yang dibawa, tidak mampu mengeluarkan Air di dalam Kapal, sehingga kapal lebih tengelam,” ungkap saksi FD.

Proses Evakuasi Penumpang KM. Alis Mulia terdiri Dari BPBD Halmahera Utara, Basarnas Pos SAR Tobelo, TNI AL, AD, Polres Halmahera Utara, KPLP Tobelo, serta Masyarakat. Proses pencarian penumpang yang belum ditemukan akan dilanjutkan pada Minggu 15 Desember 2024.

Jumlah penumpang yang berada di KM. Alis Mulia yang berhasil di Evakuasi ke – Pelabuhan Tobelo, tercatat 182 Orang, Anak Buah Kapal (ABK) 11 Orang, Korban Meningal Dunia 1 Orang Balita, Dan 1 Orang masih dalam pencarian. (Oke)

Exit mobile version